Tips and Trik Memperkuat Penangkapan Sinyal – Ala Eyi di Jepang

May 25, 2008

Saya kutip artikel ini dari rekan saya di Forum Satelit yang telah memberikan pencerahan seputar cara menambah kekuatan penangkapan sinyal televisi dari satelit yaitu dari Sdr. Eyi di Jepang.

http://www.forumsatelit.com/index.php/topic,33.15.html

Re: TUTORIAL PARABOLA ( PEMULA – EXPERT )
« Reply #615 on: May 23, 2008, 07:12:03 PM »

All friend….

Permasalahan signal yang amburadul sering menjadi problem buat kita. Seperti yang para pakar2 telah sampaikan di forum ini ada banyak faktor dalam mengoptimalkan equipment untuk mendapatkan signal yang kita inginkan terutama signal2 yang lemah dari satelit.

Selain faktor kualitas alat yang digunakan, ketepatan pointing atau arah antena ke satelit dan juga posisi serta ketinggian LNB. Faktor LNB ini kadang kala sebenarnya menjadi penghalang utama untuk mendapatkan signal. mengapa?

Sedikit masukan dari saya: Pada saat kita membeli antena dan memasangnya sesuai petunjuk pada manualnya sering kita merasa telah memasang dengan tepat braket (LNB holder) karena panjang penyangganya pasti sama dan jika telah di pertemukan pada bagian tengah pasti telah fokus, sehingga ketika kita memasang LNB langsung menyesuaikan F/D Ratio sesuai buku petunjuk antena. Padahal sudahkan kita mengukur tinggi braket dari dasar antena apa sudah benar2 pada posisi fokus (lihat penjelasannya pada hal pertama topik ini).

Dari dua buah antena yang saya punya , saya mendapatkan posisi braket jika telah dipasang ternyata lebih tinggi 5 – 7 cm dari dasar antena dibandingkan dengan spesifikasi antena pada manual book-nya. Saya gak tahu kalo antena di Indonesia demikian juga tapi tak ada salahnya jika kita ukur kembali ketinggian Fokus antena-nya karena ada kemungkinan penyangga braket memang dibuat agak lebih panjang oleh pabrik agar betul2 bisa mencapai bagian tengah/fokus antena. Untuk signal yang kuat, kondisi ini sepertinya tidak bermasalah tapi untuk signal lemah maka jadi masalah besar karena signalnya bisa didapat tapi kualitasnya akan dibawah standart. Cara menanggulanginya tentunya hanya dengan memaju-mundurkan LNB sampai mendapatkan signal tertinggi (jadi jangan melihat patokan pada F/D Ratio LNB). Jika signal telah didapat dengan memajukan LNB lebih dalam lagi maka selesai sudah. Itu berari perbedaan Fokus Length antenanya tidak seberapa (kurang dari 3cm). Tapi jika LNB telah dimajukan dan sudah mentok dari lingkarannya sementara signalnya masih kurang, itu berarti jarak braketnya telalu jauh dari Fokus Length yang sbenarnya.

Ada beberapa cara menanggulanginya misalkan dengan memasang braket tidak sesuai dengan posisi 2 baut penyangganya sejajar agar braketnya lebih turun ke dalam (dari 6 baut hanya 3 baut dalam yang dipasang dengan memiringkan penyangga braket, tapi kelemahannya adalah braket jadi kurang kuat dan gampang bergeser karena baut penyangga yang dipakai cuman 3. Cara lain adalah dengan memasang baut yang lebih panjang dengan memberikan penyangga pada bagian dalam baut dengan menggunakan mur yang lebih besar. Hal ini akan membuat braket akan turun sekian cm sesuai dengan jumlah mur yang kita pasang. Tak perlu ke-6 baut dipasangi mur, cukup 3 baut aja yang dipasangi mur maka braket tetap akan tertahan dan 3 baut lainnya hanya sebagai penguat saja.

Ini yang saya buat pada antena saya. Hasilnya sangat memuaskan, karena signal2 lemah di Telstar10 (termasuk MNC) bisa say terima dengan kekuatan dan kualitas yang tertinggi.
Semoga bisa membantu.

Saya lampirkan foto2nya juga nih

PICT0268_1

PICT0269_1

PICT0271_1

(Semoga bermanfaat buat rekan-rekan semua. And Great Thanks to bro Eyi in Japan for this very useful tutorial).

Mengutip motto bro Axel: “Indahnya Kebersamaan”


Gak Bisa Akses ke Forum Satelit

May 18, 2008

Hampir satu mingguan ini aku gak bisa ngakses Forum Satelit dari Komputer. Entah apa gerangan yang terjadi aku juga tidak tahu. Yang jelas akhir-akhir ini koneksi IM3 emang sangat lemot, namun sangat mengherankan karena buka situs lainnya gak ada masalah sama sekali.

Sedih rasanya, gak tau perkembangan terakhir di Forum Satelit, forum kesayanganku.

………….. ========= hik hik ======== ………………..

Dear Forsat Admin… help me!!!!


TVRI Kalbar Left Telkom 1

May 4, 2008

Hampir satu bulan ini, TVRI Kalbar yang menyajikan informasi menarik seputar wilayah Kalimantan Barat telah hilang dari Orbitnya. Belum sempat konfirmasi ke pihak yang bersangkutan, tapi teman di Pontianak bilang antena pemancarnya kesambar petir sehingga belum bisa beroperasi.

Mudah-mudahan segera setelah ini TVRI Kalbar akan mengudara kembali lewat Satelit (Telkom 1 at 108’E) seperti biasanya. Sayang sekali jika siaran harus berhenti, padahal selama ini sumber informasi seputar Kalbar lewat televisi yang bisa terjangkau ke daerah-daerah hanya satu-satunya dimiliki oleh TVRI Kalbar.

Segeralah sembuh TVRI Kalbar, we miss u so much….


Membeli 1 Set Antena Parabola – Part 2

April 23, 2008

Setelah selesai membeli 1 (satu) set peralatan parabola anda, kini saatnya anda merakit dan memasangnya sendiri, jangan khawatir salah karena parabola sekarang tidak sulit pemasangannya, tinggal cantumkan bagian-bagian yang kita beli itu.

Mulailah dengan merakit 3 (tiga) bagian dish (biasanya terdiri dari 3 bagian terutama dish mesh). Pasanglah batu dan mur yang telah disediakan dalam pembelian dish. Setelah ketiga bagian ini terpasang, giliran bagian bawah penyangga dish yang berupa plat besi dengan sebuah “sock” untuk dipasang tulang-tulang dish.

sock

Baru setelah bagian-bagian tersebut terpasang/terangkai, kita pasang kaki penyangga LNB yang terdiri dari 3 (tiga) batang besi atau alluminium. Setelah itu, giliran Skalar Ring (dudukan LNB) kita pasang. Jika tersedia baut berkepala obeng plus, lebih baik gunakan yang ini agar proses pemasangan Skalar Ring lebih mudah.

LNB

O ya, hampir lupa. Sebelum pemasangan dish ini, ada baiknya buatlah dulu tempat peletakan dish. Jika dish ditempatkan di halaman, cukup buatkan tempat dish dari kayu balok (yang tahan lama, jangan mudah lapuk), bentuklah prisma segi tiga. Pastikan dish ditempatkan dengan arah Timur dan Barat yang lapang dan leluasa untuk eksplorasi satelit-satelit luar nantinya.

tempat peletakan2 tempat peletakan

Pasanglah kaki-kaki untuk penyangga dish (terbuat dari besi) pada tempat peletakan dish tadi. Gunakan paku yang agak panjang dan kuat agar dish tidak goyang. Gunakan waterpas bila perlu, untuk memastikan penyangga dish ini terpasang tegak lurus ke langit. Jika tidak ada waterpas, bisa menggunakan benang dengan menggantungnya dari ujung atas penyangga dish dan bagian bawahnya diberi pemberat. Setelah itu, barulah sock pada penyangga dish, lalu kunci dengan memasang baut-bautnya tapi jangan terlalu kencang karena nanti kita akan pointing dengan sock yang longgar.

Setelah dish siap dengan terpasang pada penyangga dish di tempat peletakan dish, saatnya memasang LNB. Pasanglah LNB di skalar ring menggunakan baut yang disertakan dalam pembelian LNB. Acuan dalam pemasangan LNB adalah skala derajat 0 (nol) diluruskan dengan arah Timur – Barat dan dua buah angka 30 derajat mengarah kepada 2 (dua) kaki penyangga LNB. Bila LNB terasa agak longgar pada skalar ring, gunakan alas dari karet tipis yang dipasang pada tepi LNB agar LNB bisa terpasang kuat pada skalar ring. Sekarang LNB telah siap untuk dihubungkan dengan Rx.

Siapkan kabel coaxial dengan panjang sesuai keperluan. Pasanglah dulu ujung kabel ke LNB, lalu ulur kabel ke arah Rx dan jika panjangnya telah cukup lalu potong. Pasanglah ujung yang satu ini ke Rx. Hubungkan kabel Output A-V dari Rx ke TV A-V in. Jika semuanya telah siap, nyalakan Rx.

Sekarang waktunya pointing. Setelah televisi menyala, carilah saluran televisi yang telah dipasang oleh pabrikan Rx. Untuk satelit Palapa C2, cari Saluran TV: Indosiar, ini untuk pointing saluran dengan sinyal yang kuat. Untuk sinyal yang lemah, nanti kita ambil saluran Metro TV atau StarANTV. Jika di Rx ternyata belum ada saluran tv sama sekali (hal ini jarang terjadi), gunakan menu pencarian (Search) yang biasanya tombol tersebut ada di Remote Control Rx. Masukkan parameter Indosiar: Freq: 4075 V 6500 dengan LO Freq: 5150. Biarkan di layar televisi anda tampil menu Searching ini.

Photo-0054 Photo-0055

Arahkan parabola ke Satelit Palapa C2 dengan patokan pertama adalah dish tegak lurus ke langit. Jika posisi anda di Selatan Khatulistiwa, miringkan sedikit dish ke arah utara dan sebaliknya. Mulailah pointing ke sebelah Timur, turunkan pelan-pelan. Jika sinyal sudah tertangkap, geser sedikit demi sedikit untuk mencari arah satelit dengan Kualitas Sinyal (Signal Quality) paling kuat. Setelah itu, barulah kunci sock dengan kuat dan pastikan arah yang didapat tidak berubah (dengan acuan bahwa kualitas sinyal tidak berubah). Sampai tahap ini, anda telah berhasil menjadi “tehnisi” sendiri.

bagian dish

(Jika ada kesulitan dalam pendeteksian satelit, cobalah periksa posisi LNB pada skalar ring, lihat posisi LNB pada angka berapa: 34, 36, 38, 40, 42. Aturlah dengan menaikturunkan posisi LNB pada angka-angka yang ada, trial and error aja).

Tandai arah yang kita dapat menggunakan cat misalnya. Lalu pasanglah penutup LNB agar LNB awet dan terhindar dari hujan yang bisa mempercepat rusaknya LNB karena berkarat pada connector dan kabel coaxialnya. Lalu kembalikan dish pada posisi semula (menghadap satelit Palapa C2).

 

Selesai, dan anda siap menonton acara favorit anda.


Membeli 1 Set Antena Parabola – Part 1

April 23, 2008

Sebelum memutuskan untuk membeli 1 set peralatan antena parabola, sebaiknya kita pikirkan dulu kebutuhan kita dalam “menonton” sampai dimana. Apakah kita hanya perlu menonton televisi gratis atau FTA (Free to Air) saja, atau kita berencana untuk sekaligus berlangganan televisi berbayar atau PayTV misalnya Astro, Indovision, dan Telkomvision.

Perhatikan betul-betul kebutuhan kita dalam menonton tersebut. Sehingga kita bisa menentukan jenis peralatan yang sesuai.

Peralatan parabola dalam 1 set adalah: Dish (Antena Parabola), LNB (Low Noise Block Converter), Kabel Coaxial (menghubungkan LNB ke Receiver), Receiver (selanjutnya kita sebut saja dengan Rx), dan yang terakhir adalah televisi tentunya (yang ini pasti udah siap sebelumnya).

Dish, atau cukup kita sebut dengan parabola terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Dish Mesh dan Dish Solid. Dish mesh bentuk reflektornya adalah “jaring-jaring”, sedangkan dish solid reflektornya terbuat dari logam tanpa lobang atau sepenuhnya logam. Besar atau kecilnya dish sangat berpengaruh dalam menentukan penerimaan signal televisi satelit. Samakin besar semakin bagus. Jika anda berada di daerah dengan “beam” sinyal satelit yang kuat, dish dengan diameter 6 ft bentuk jaring saja sudah cukup. Tetapi jika anda berada di daerah yang jauh dari beam atau bahkan kadang-kadang “di luar” (Satellite Yamal 202 misalnya), sebuah dish besar akan sangat menentukan dalam menangkap sinyal yang dipancarkan satelit ini (sangat bagus lagi jika dalam bentuk solid).

Untuk mengetahui apakah kita berada dalam beam satelit yang besar atau sebaliknya, bagi seorang pemula mungkin akan sangat sulit. Namun, paling tidak kita bisa lihat arah parabola orang-orang yang ada di sekitar kita. Kemanakah kebanyakan parabola mengarah (pointing)? Ke Palapa C2? Telkom 1? Asiasat 3S atau Asiasat 2? Mungkin kebanyakan mengarah ke sana. Satelit-satelit tersebut beamnya sangat kuat untuk kita yang tinggal di Asia Tenggara. Setelah itu, perhatikan sebesar apakah jenis parabola yang digunakan oleh para tetangga. Solid ataukah mesh? 6 ft atau 9 ft?. Patokan ini bisa kita jadikan acuan. Biasanya para tetangga cukup menggunakan 6 ft mesh untuk menangkap satelit yang telah disebutkan sebelumnya.

Tapi, tunggu dulu. Untuk mendapatkan beberapa sinyal di satelit Palapa C2 saat ini misalnya RCTI akan sangat sulit jika kita menggunakan 6 ft mesh, minimal 8 ft mesh atau 6 ft solid.

Setelah menentukan jenis dish, sekarang saatnya menentukan jenis LNB. Karena kebanyakan sinyal satelit yang bisa ditangkap di daerah kita adalah sinyal C-Band, maka jenis LNB yang kita perlukan adalah LNB C-Band. Harga termurah saat ini adalah sekitar Rp.55.000,- (Lima Puluh Lima Ribu Rupiah). Untuk LNB Ku-Band anda perlukan jika anda ingin berlangganan Astro misalnya, barulah dibeli karena untuk saat ini siaran televisi yang menggunakan Ku-Band (FTA) sangat sedikit sekali. Jadi, cukuplah dengan membeli sebuah LNB C-Band untuk pointing ke Satelit Palapa C2. Jika suatu saat ingin menangkap 2 (dua) satelit dalam 1 (satu) arah pointing dish, anda tinggal membeli 1 (satu) buah LNB lagi ditambah sebuah Switch DiSEq.

Receiver atau Rx yang kita perlukan tergantung jenis siaran televisi yang akan kita tangkap. Untuk FTA cukup menggunakan Rx murah seharga 200-an rupiah sudah sangat baik. Untuk anda yang berminat berlangganan Astro misalnya anda memerlukan Rx yang lebih sedikit mahal. Untuk Rx FTA misalnya kita gunakan merk Goldsat, Tanaka, dan Matrix (di tempat saya kebanyakan merk tersebut). Untuk Rx Pay TV coba anda tanyakan ke toko terdekat dengan anda, apakah mereka menyediakan Rx jenis ini, karena kebanyakan toko tidak menyetok. Biasanya merknya Truman, Manhattan, dan lain-lain.

Kabel Coaxial yang diperlukan untuk menghubungkan LNB ke Rx sebaiknya menggunakan yang diameternya lebih besar (tebal). Jangan gunakan kabel dengan diameter tipis karena akan sulit ketika dipasang, kecuali jika anda “sabar”. Perhatikan letak televisi anda saat ini dan dimana rencananya Dish akan diletakkan. Belilah kabel dengan panjang sesuai keperluan. Jika punya dana cukup, belilah 1 (satu) gulungan/roll, karena bisa saja kita akan memerlukannya nanti.

Bagaimana Televisi anda? Apakah sudah siap? Jangan lupa kabel output A-V, atau televisi anda gak ada gambarnya lagi… hehehe.. Only joking!!!

— to be continued —


Maxx’s Newly Satellite TV Blog

April 23, 2008

Salam kenal buat semua, teman-teman online yang hobby berparabola (istilah yang banyak digunakan disini), mudah-mudahan melalui blog kecil yang sangat sederhana ini saya bisa memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dalam lingkup Pertelevisian Satelit.

Visisat, begitulah judul dan alamat blog ini (lengkapnya: http://visisat.wordpress.com). Diambil dari kata: TeleVISISATelit akhirnya saya putuskan untuk menggunakan nama dan sekaligus alamat buat blog saya ini. Dengan harapan semoga bisa memberikan yang terbaik buat teman-teman semua, saya sajikan tulisan di Visisat yang sebagian besar saya ambil dari pengalaman saya dalam ber-Forum dan penjelajahan di penjuru internet yang menyajikan informasi masih seputar pertelevisian satelit.

Forum pertama yang saya kenal dengan Dunia Transmisinya yaitu Forum milik TransTV. Sekarang saya sudah tidak di sana lagi setelah terjadinya kekisruhan ketika kami harus “mengungsi” ke forum lain (yang masih membahas seputar dunia transmisi parabola). Forum itu adalah SatelliteForum yang dimiliki oleh orang Thai.

Hampir satu tahun kami di SatelliteForum, muncul ide dan keinginan dari para member Indonesian untuk mendirikan forum sendiri yang membahas pertelevisian satelit dengan harapan bisa mengakomodir teman-teman serantau yang masih dalam rumpun bahasa Indonesia (Indonesia dan Malaysia – saat ini, mudah-mudahan ke depannya teman-teman serantau lainnya menyusul). Dengan “Saweran” yang digelar, akhirnya terkumpul dana untuk membeli domain dengan hosting gratis yang telah disediakan oleh salah satu member (thanks to: darktemplar / Slamet Budiono). Semua berjalan lancar. Dalam beberapa waktu yang tidak berselang lama, akhirnya kita langsung bisa punya http://www.indonesiansatelliteforum.com. Namun, voting dilanjutkan untuk memilih nama (sekaligus alamat) forum yang lebih familiar.

Dengan beberapa pilihan di antaranya adalah: www.satforindo.com, www.ri-sat.com, www.forumsatelit.com, akhirnya voting dimenangkan dengan pilihan jatuh pada www.forumsatelit.com. Kitapun pindah lagi ke rumah baru. Selang berjalan, ada konflik internal di dalam forumsatelit. Sebagian teman-teman hengkang ke “kota” (waktu itu masih: KotaGaul, sekarang berubah jadi KotaSatelit). Sebagian masih bertahan di ForumSatelit (FORSAT) dan berusaha menjaga agar ForumSatelit yang sudah dibangun atas dasar “kepercayaan” antar member TETAP HIDUP.

Salah satu moderator yang ditunjuk teman-teman adalah maxx (that’s me), 2 moderator lainnya: Daengsat dan Sk8ergeek. Sebenarnya “serem” rasanya jadi moderator, lebih enak jadi anggota biasa. Namun, karena sudah menjadi amanah dari teman-teman, tugas itu kujalani jua. Sekarang Alhamdulillah Forsat sudah benar-benar hidup. Berjalan tanpa iklan pun tidak jadi masalah. Dengan tekad menjaga eksistensi Forsat sebagai salah satu source of information dalam bidang pertelevisian satelit, InsyaAllah, kita akan selalu siap.

Saya tidak ingin kehilangan teman-teman. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kedua forum tersebut (dengan konsentrasi di ForumSatelit sebagai basis Sharing Ilmu Pertelevisian Satelit dan Parabola, terus terang berat sekali kehilangan teman-teman dari ForumSatelit, namun kehilangan teman-teman yang masih eksis di ForumSatelit bakal lebih menyakitkan lagi). Sesuatu yang tidak ada di ForumSatelit dan ada di KotaSatelit (dan sebaliknya) menjadi hal yang saling melengkapi. Jadi, tidak ada salahnya berforum di banyak tempat agar tidak tertinggal informasi terbaru. Selain di kedua forum berbahasa Indonesia tersebut, ada baiknya juga saya ikut di Forum luar yang berbahasa Inggris, ini untuk menambah referensi lainnya yang masih berkaitan dengan pertelevisian satelit.

Selain berforum, adalah sangat penting menambah wawasan dan pengetahuan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Salah satu situs internet yang paling sering saya kunjungi adalah Lyngsat dan Satcodx serta Tele-Satellite. Jadi, ilmu pertelevisian ini tidak ada batasnya baik di dunia maya maupun dunia nyata.

So, keep Searching as the RX never Stop Searching for FTA TVs.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.